Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 29 Oktober 2008

FLP Batamindo : Menggapai Sebuah Karya


Oleh : Wahyudi (http://wahyudi-batam.blogspot.com)
Seperti biasa kegiatan rutin FLP Batamindo setiap hari Minggu adalah bedah karya. Kegiatan bedah karya pada Minggu, 26 Oktober 2008 ini adalah mereview cerpen-cerpen karya anggota FLP Batamindo yang akan diterbitkan sebagai antologi cerpen. Untuk bedah karya kali ini  dihadiri oleh 9 anggota yakni, Alim, Wahyudi, Ragil, Ilma, Ninyo, Susliana, Puput, Hayati, dan Ervina.

Ada empat cerpen yang berhasil dibedah hari itu yakni :
  1. It's Complicated, Andai Jodoh bukan Misteri, karya Ilma Erisa. Cerpen ini bercerita mengenai seorang gadis bernama Lani yang kebingungan         untuk menerima atau menolak lamaran seorang laki-laki yang juga teman kerjanya, Anton. Dimata Lani, Anton bukanlah tipe lelaki yang dia idam-idamkan. Baik dari segi intensitas ibadahnya maupun tingkah laku dan hobinya. Selain itu Lani sebenarnya mencintai orang lain yaitu Ary. Sayang Ary tidak pernah secara serius melamarnya. Sebuah kisah tentang dilema seorang gadis yang harus memilih.
  2. Aku dan Malamku, karya Ni Nyo. Cerpen ini berkisah tentang Wendy yang terjerumus kedalam kehidupan waria di kompleks pelacuran. Hal ini terpaksa dia lakukan untuk menghidupi Ibu dan adik-adiknya semenjak ayahnya meninggal. Sayang Ibunya yang menderita diare tidak tertolong lagi dan meninggal. Adik-adiknya yang masih kecil-kecil memerlukan perlindungannya. Tapi sayang tidak seorang pun tahu keberadaan Wendy dimana. Paman sekaligus gurunya harus berjuang menyusuri Jakarta untuk mencari Wendy.
  3. Ijasah untuk Ibu, karya ..... Sebuah cerpen mengenai perjuangan seorang gadis untuk terus bisa melanjutkan sekolah untuk bisa menamatkan SMA. Perjuangan berat ini harus dihadapi karena ekonomi keluarga yang terpuruk. Hal ini dikarenakan ayahnya yang kalah dalam pemilihan kepala desa. Ditambah lagi kekacauan ekonomi keluarga kedua kakaknya yang ikut menjadi beban orang tuanya mengakibatkan sekolahnya nyaris putus ditengah jalan. Sebuah perjuangan untuk mencapai cita-cita.
  4. Salah Jurusan, karya.....kisah seorang kakek yang salah naik bis. Akibat kesalahan ini dia harus mencari bis untuk menuju tempat tujuan. Tapi masalah timbul dikarenakan si kakek tidak mempunyai ongkos lagi. Ditengah kesulitannya ternyata tak seorangpun memberikan pertolongan kepadanya. Tak disangka pertolongan malah datang dari seorang bocah pengamen di bis itu. Ternyata orang yang dianggap rendah lebih mempunyai empati dibandingkan orang yang dianggap lebih terhormat.


    Ditargetkan bedah karya ini akan selesai tiga minggu ke depan atau pertengahan November. Dan diharapkan pertengahan Desember naskah sudah selesai editing. Semoga kegiatan ini akan menjadi tonggak lahirnya penulis berkualitas dari Batam. Amiin!!